Pertemuan 2 tanggal  16 juli 2012

TEORI HUKUM

Ilmu hukum obyeknya hukum positif  atau disebut juga dogmatik hukum, sangat teknis kemudian berorientasi pd problem solving dan dikaitkan dgn hal2/masalah yg bersifat praktis, itulah substansinya dari ilmu hukum yaitu :

1.hukum positif ( hukum yang berlaku pd waktu dan tempat tertentu –ius constitutum-maksudnya`hukum positif ialah hukum yg berlaku pd waktu tertentu dan tempat tttu maksudnya waktu skg )

2.hukum yg diberlakukan pd masa depan ialah ius constituendo

Ilmu hukum obyek kajianya yaitu hukum positif- ius constitutum- disebut juga dengan tata hukum atau disebut juga dogmatik hukum- jadi banyak terminology atau nomenklatur utk tunjukkan ilmu hukum itu, sifatnya sangat teknis/ kongkrit krn berorientasi pd problem solving yaitu utk atasi masalah hukum dlm praktek yg terjadi. lapisan hukum diatasnya ada teori hukum.

Teori hukum obyeknya bukan lagi hukum positif, bukan lagi dogmatic hukum, karena obyek dari teori hukum itu kajianya tidak terbatas pd hukum/waktu ttu (general sifatnya), krn itu dikatakan teori hukum adalah teori nya ilmu hukum itu sendiri, diatasnya lagi yg paling tinggi ada filsafat hukum (abstrak sifatnya).

Filsafat hukum bersifat spekulatif/tidak teknis/abstrak –legal philosophy

Jadi kita mengenal 3 lapisan hukum dari ilmu hukum, teorihukum dan paling atas yaitu filsafat hukum

Sejarah hukum munculnya belakangan, yg paling tua adalah filsafat hukum itu sendiri kemudian dalam perkembanganya muncul masalah hukum dalam praktek  dan membutuhkan penyelesainaya sehingga munculah ilmu hukum yg bersifat teknis.

Teori hukum dimunculkan oleh para sarjana untuk menjembatani ilmu hukum ( kongkrit/teknis/prkatis) dan filsafat hukum ( abstrak/spekulatif), dilihat dari sejarah maka teori hukum itu muncul belakangan dimana sebelumnya muncul para pakar menghubungkan filsafat hukum dengan ilmu hukum, para sarjana kita kenal perkembangan ilmu hukum dari luar ada 3 lapisan ilmu hukum, jadi ilmu hukum scr keseluruhan pada lapisannya memunculkan 3 lapisan :

  1. Ilmu hukum – yuripudence
  2. Teori hukum-legal theory/rechts theory
  3. Filsafat hukum-legal philosophy-membicarakan maslah hukum scr komprehensif ( menyeluruh ) /sistematis ( pendekatan system) dan radikal (sampai ke akar akarnya)

Menit 10…..

Dalam filsafat hukum mebicarakan scr abstrak seperti keadilan, kepastian hukum, kemanfaatan – ketigal hal tersebut membicarakan ttg tujuan atau mengapa belajar filsafat hukum.

Bgm menjembatani kepastian dan keadilan itu adlah seni karena sering tujuan keadilan dan tujuan kepastian tidak sejalan dan malah kadang bertolak belakang ,shg untuk menyatukan itu adalah seni/kreatifitas/inovasi dr kita sendiri, seni  penyidikan yg bisa akomodasikan prinsip dan asasa kepastian hukum atau penghormatahn terhadap hukum positif tapi disisi lain respek thd nilai keadilan, siapa yg bisa jalankan itu yaitu yg sdh pelajari teori hukum. Inilah seni menuntut jaksa dan seni memutus oleh hakim, bgm menggabungkan dua asas hukum yg fundamental ini setidanya kesenjangan tidak melebar

Dalam praktek penyidikan yg kita lakukan  tidak ada yg salah dalam ilmu hukum thd keputusan yg diambil. Co : mbok mina yaitu 2 buah kakao dan kasus sandal jepit tidak ada yg salah didalam ilmu hukum tetapi kadag dirasa tdk adil oleh masyarakat,  shg bgm kita harus mewujudkan kepastian hukum yg berkeadilan atau keadilan yg memiliki kepastian hukum , ini menyangkut seni, dimana banyak variabelnya yg pengaruhi baik latar belakang sejarah , ilmu yg dimiliki, nilai yg dimiliki orang. Jd ilmu hukum adalah seni.

Teori hukum yaitu pengetahuan dalam pikiran kita tdk ada kaitanya yg bersifat praktris tp mencoba menejelaskan dan menyelesaikan hal yg bersifat praktis shg dari situlah muncul sejumlah hipotesa hipotesa ( teori hukum mnrt bizali), dari ajaran hukum umum lahirlah teori hukum, krn td berbeda dgn ilmu hukum maka teori hukum tdk pelajari hukum scr khusus/tertentu ttp scr umum, kata teori hukum lawan dr praktek hukum karena  praktek hukum itu adalah obyek kajian  dr ilmu hukum ), co : ilmu hukum persoalkan apa itu pencurian, unsure unsurnya (psl 362) tapi lebih jauh lagi maka teori hukum itu mempelajari mengapa org itu mencuri, mempelajari lebih abstrak lg kita pelajari dalam filsafat hukum yaitu knp pencurian itu dijadikan sbg tindak pidana bukankah masih ada tindak pidana lain. Mengapa pakai helm dan tidak bawa sim pelanggaran hukum (filsafat hukum) , bukankan masih banyak perbuatan lain yg pantas dikrimnalisasi atau menjadi tindak pidana .

Kriminalisasi : penentuan suatu perbuatan dari bukan tindak pidana menjadi tindak pidana,

dekriminalisasi; mengubah suatu perbuatan yg pidana menjadi bukan pidana

Defanilisasi : bukan menghilangkan sifat melanggar hukumnya tp sifat menghilangkan pidanaya shg menjadi masalah perdata atau administrasi tp tetap sebagai perbuatan melanggar hukum .

Penalisasi : semula masalah perdata dan administrasi kemudian dlm perkembangan selanjutnya ,sanksi pidana atau hukum pidana dipanggil untuk memperkuat maka muncullah penalisasi.

Administratif penal law : Menjadikan masalah hukum administrasi sbg pelanggaran administrative dalam perkembanganya menjadi sanksi hukum pidana dipanggil utk memperkuat ketentuan hukum yg terkait pelanggaran sanksi admnistrasinya. Co : uu hak cipta. Uu lingkungan hidup, uu konsumen dll. ( yg berkembang skg dari penalisasi menjadi penal law)

Rekriminalisasi : co : rekriminalisasi KDRT , sudah diatur dalam KUHP kemudian dikriminalisasi lagi dalam uu pemberantasn KDRT shg ketentuan hukum pidana itu disebut rekriminalisasi, alasanya krn dalam perkembangan ketentuan pidana dirasakan ringan.

Berbeda dgn ilmu hukum, krn ilmu hukum memang diorentasikan pd problrm solving, teori hukum berbeda dgn ilmu hukum.

teori hukum adalah cabang ilmu hukum yg mempelajari berbagai aspek teoritis maupun praktis dari hukum positif tertentu secara interdisipliner, yang bertujuan memperoleh ilmu pengetahuan dan penjelasan yg lebih baik, lebih jelas mengenai hukum positif yg bersangkutan.( teori hukum adalah teorinya ilmu hukum)

hubungan teori hukum dan ilmu hukum , teori hukum adalah teorinya ilmu hukum dan dengan kata lain ilmu hukum merupakan objek dari teori hukum

hubungan filsafat hukum & teori hukum merupakan sinonim atau sebagai dua nama untuk satu disiplin dan dengan kata lain masalah yg lebih fundamental dalam teori hukum dimasukan dalam bidang filsafat hukum, sedangkan masalah yg kurang fundamental masuk dalam ajaran hukum umum.

Jadi memang kl dlm literature kadang tumpang tindih antara teori hukum dgn filsafat hukum, kl kita lihat dr sudut atau ajaran perbedaanya ada jenis dan tipoligi dalam konsep ilmu hukum, kita tahu adanya teori hukum zaman klasik

kita akan mempelajari teori hukum yg muncul pd zaman klasik, pertengahan , renaissance, aufklaurung (zaman kegelapan) , abad 19, abad 20, masa transisi-konteks kekinian (ada teori hukum kontemporer yaitu teori hukum feminism, teorihukum progresif-satjipto rahardjo-hukum utk manusia bukan manusia utk hukum)

sedangkan aliran filsafat hukum kl dilihat aliran /mazhabnya berbeda lagi ada 5 aliran filsafat yaitu aliran hukum alam (hukum kontrak) , aliran historis/sejarah , aliran positivisme hukum (kepastian hukum ), aliran socialigical jurispudence (orientasi keadilan), aliran pragmatis legal regalism (masalah hukum dlm praktek -Berkembang Dalam Negara anglo saxon dimana hukum ditemukan sesuai dgn kasus yg ditangani )……………….inilah Pembedaan teori hukum dan filsafat hukum dilihat dari tipologinya atau ajran-ajaranya.

 

Teori hukum kontemporer atau kekinian ( yg ada di Indonesia) :

Inti teorihukum progresif-satjipto rahardjo-hukum utk manusia bukan manusia utk hukum artinya kalau hukum atau penegakan hukum tdk bisa beri keadilan utk manusia jgn dipaksakan manusia utk diterapkan system hukum/penegakan hukum demikian.

Teori hukum pembangunan-Mochtar ialah hukum dapat digunakan sbg alat rekayasa sosial

Baik teori hukum progresif dan teori hukum pembangunan akar teorinya ditemukan dari teori yg berkembang di Negara barat juga, sbg contoh teori hukum pembangunan dari mochtar bahwa hukum bisa difungsikan  sbg rekayasa social ( law as social tool engineering ) , hukum tdk sbg fungsi hukum klasik ( menjaga keamanan dan ketertiban ) tetapi hukum bisa difungsikan sbg alat rekayasa social- alat pembaharuan social,  sebenarnya akar teori berasal dari teori rescoupon yaitu socialigal yurispudence

Buku BERNARD TANYA ada ratusan teori yg dikelompokkan menjadi tujuh era /zaman hukum, misal dalam zaman klasik ada teori hukum artinya teori hukum tidak bisa lepas dari konteks budaya dan sejarah yg melatarbelakangi lahirnya teori itu,nanti kita akan melihat dalam zaman klasik teori hukum muncul krn berkoleasi dgn social budaya pd waktu itu

Pemahaman terhadap lahirnya teori hukum harus melihat adanya 3 konteks : 1. Teori hukum tdk terlepas dr sejarah itu dibuat, 2. Teori hukum itu tdk terlepas dr konteks budaya dmn teori tsb bagian budaya yg berkembang pada masa itu, 3. Teori hukum tdk terlepas dari mana suatu pertanyaan yg dijawab tergantung maslah hukum yg dijawab,analisis atau ditemukan penjelasanya berdasar teori hukum tersebut.

Teori hukum bersifat umum beda dgn ilmu hukum yg obyek hukum positif ,begitu hukum itu tdk berlaku itu bukan lagi obyek kajian ilmu hukum, tapi Teori hukum terus berkembang, jd ilmu hukum sifatnya kontekstual bisa juga tidak sesuai dengan konteks kekinian co : teori hukum positif yg dikemukakan Austin, castell bahwa hukum itu adalah berdasar undang undang adalah lahir pd abad 19 saat berkembang ilmu pengetahuan dimana konteksnya positif/pasti /terukur shg mempengaruhi ilmu hukum dgn trend itu lalu muncul positifisme hukum atau iajaran hukum positif ttp dlm perkembanganya  undang undang tdk bisa mengikuiti perkembangan yg terjadi diluar undang-undang shg lahirlah socialigical yurispudence.

Perkembangan hukum yg sangat hebat mulai abad 19 yaitu tahun 1800 yaitu aliran teori positifisme hukum, dipengaruhioleh pengetahuan yg harus pasti , teori hukum bukan hanya pd tatataran teoritis akademis tapi pd tataran praktis utk jelaskan masalah praktis, sangat bermanfaat pd tahap praktis hukum.

Dalam tesis pisau analisis penelitian kita yg digunakan adalah konsep yang berkembang dalam teori hukum bukan konsep yg berkembang dari ilmu hukum,dalam s1 sdh pelajari ttg teori hukum, jadi ada dalam konsep teori hukum apa yg akan digunakan. Kalau skripsi konsep hukum yg digunakan dlm perkembangan ilmu hukum sdgkn tesis kpd konsep hukum yg berkembang pd teori hukum, jd penggunaan berbagai teori hukum yang kita kenal dlm 7 era shg lebih luas.

hukum kepolisian merupakan bagian dari ilmu hukum umumnya harus menganut konsep hukum kita kenal dalam ilmu hukum , konsep hukum dalam teori hukum dan filsafat hukum sbg induk dr hukum kepolisian itu sendiri, tentu saja tidak terlepas kl mengklaim hukum kepolisian dan tentu harus mengadopsi konsep hukum yg ada dalam ilmu hukum secara keseluruhan krn apalagi  kl sdh masuk teori hukum dan filsafat hukums sdh tidak mengenal batas, hukum administrasi ,perdata, kepolisian  karena intinya sangat umum dan abstrak sekali

Dalam tataran ilmu hukum, teori hukum apa yg disebut Penalaran hukum merupakan bagian dari teori hukum , penalaran hukum ( legal reasoning ) dimana ada 3 wujud kongkrit yaitu pembentukan hukum, penemuan hukum  dan bantuan hukum. Penalaran hukum scr sederhana adalah berpikir scr yuridis kita baik sebagai akademisi dan praktisi kegiatan berpikir yuridis kita yg bersifat problematis dan tersistematisasi ,jadi kegiatan berpikir setiap org sbg pengemban hukum teoritis dan praktis yang bersifat problematis (orientasi pd masalaah hukum ttu) dan tersitematisasi ( analisis scr sitematis tidak partial)

Penalaran hukum ada 3 bentuk kegiatan:

  1. Pembentukan hukum ( rexforming)=penalaran hukum dr pembuat undang undang -tataran regulasi. Produknya undang undang dibuat oleh pembentuk undang-undang itu sendiri

Yurispudensi adalah bagian dari penemuan hukum

  1. Penemuan hukum (rexfinding)= kegiatan mengkongkritkan ketentuan hukum yg bersifat umum/abstrak ke dalam peristiwa yg bersifat kongkrit, penemuan hukum ini adlah bentuk penalaran hukum yg bersifat kongkrit dalam bentuk penerapan hukum, jd penemuan hukum itu adalah kongritisasi ketentuah hukum yg bersifat abstrak terhadap peristiwa kongkrit apa yg menjadi hukum thd peristiwa kongkrit, siapa yg melakukan itu?ini menjadi pertanyaan besar. Kl kita mengacu pd undang undang  yg jelas dimana undang undang mengakui hakim sbg penemu hakim tp dalam praktek sebenarnya setiap org bisa melakukan penemuan hukum,

Tidak hanya hakim yg bisa melakukan penemuan hakim, Setiap org bisa melakukan penemuan hukum, co : tukang becak yg membawa perempuan hamil melewati jalan yg tidak bisa masuk, air minum dalam gelas saya minum setelah itu  saya tinggalkan gelasnya krn gelasnya bukan punya saya. Karena apa ? karena kegiatan utama dalam penemuan hukum adalah penafsiran hukum . jadi bukan hanya hakim tp setiap orang bisa melakukan penemuan hukum. penyidik,jaksa dan hakim bisa melakukan penemuan hukum bedanya penemuan hukum oleh hakim itu bersifat mengikat pihak yang diputus. Kl dalam pidana mengikat terpidana kl perdata mengikat penggugat dan tergugat.

 

Dalam Negara anglo saxon mengikat pd hakim selanjutnya, dgn perkara yg mempunyai karakter sama, tp diindonesia yg lebih condong bagian Negara Eropa continental dmn sumber hukum utama adalah undang undang yg mengikat itu produk penalaran hukum dari resforming ( pembentukan hukum ) bukan penalaran hukum pd kegiatan penemuan hukum

Anglosaxon ( law in action )  = hukum biasanya mengikat pd hakim selanjutnya yg memikliki karakter yg sama, orientasi keadilan( socialigical yurispudence ) berdasarkan kasusnya berkembang pd Negara anglosaxon

Eropa continental ( law in books co : Indonesia) – living law ( hukum yg hidup – hukum yg terkongkritisasi dalam putusan hakim bukan hukum yg terdapat dlm undang2)

Yang membuka teori hukum positifisme hukum pd Negara Eropa continental sdgkn socialigical yurispudence  berdasarkan fakta dan kasusnya berkembang pd Negara anglosaxon

Yang ditanyakan beberapa pihak Apakah polisi bisa melakukan penemuan hukum atau tidak, apa yg dikatakan selama ini adalah diskresi kepolisian, diskresi kepolisian dalam banyak hal tidak sama dengan penemuan hukum krn kl mengacu pd diskresi kepolisian salah satu syarat diskresi kepeolisian hrs mengacu pd undang undang atau ketentuan yg belaku,  kl penemuan hukum tidak dimungkinkan juga tidak mengikuti aturan hukum yg berlaku, tetapi bisa dikatakan penemuan hakim tdk bisa dimonopoli oleh hakim semata mata.

Pak satjipto rahardjo sring mengatakan polisi selain penyidik sering disebut penuntut dan hakim sekaligus, dlm perkembangan penerapan keadilan restorative justice saat ini adalah konsep jaksa dan hakim sekaligus bukan lg sbg penyidik, itu adalah salah satu bagian dari penemuan hukum.

………Polisi tdk bisa melakukan penemuan hukum .penemuan hukum adlah domainya hakim sesuai dgn undang kehakiman ( tdk bisa keluar dr law in books td ), jd hanya hakim yg bisa, tp dalam prakteknya polisi bisa melakukan penemuan hukum, contohnya banyak kasus, dlm prakteknya polisi dlm penyidikanya dalam fungsinya bisa sbg hakim bisa memutus perkara tidak lanjut pengadilan dalam kasus lakalantas, tipu gelap. …………Korban bukan maksud memenjarakan pelaku, tp bgm uang kembali, sdh berbgaai cara pelaku tdk kembalikan, baru setelah dilaporkan baru pelaku berbuat serius utk membayar, pelaku juga tdk mau kl tdk ada jaminan dr polisi bahwa kasus tersebut tdk lanjut,dan dilain pihak korban mau agar uangnya kembali. Ini lah bagian dr penemuan hukum dari polisi …itulah diskresi kepolisian , mengacu pd undang polri demikian tindakan lain yg bertanggung jawab hrs mengacu pd hukum positif tetapi ini tidak .

Setiap org bisa melakukan penemuan hukum apalagi polisi dikuatkan oleh prof sidaharta hanya saja penemuan hakim bersifat mengikat ( setidaknya mengikat pihak dlm perkara yg aquo- diputuskan oleh hakim), dimana letak penemuan hukum itu, ada yg mengatakan dlm ilmu hukum krn dia berbasis maslah hukum dalam praktek tetapi ada yg mengatakan tempatnya dalam teori hukum krn ada teori hukum yg bisa jelaskan maslah itu .

…..Penerapan pasal dlm hukum KUHP tdk maksimal shg ada restorative justice dan penemuan hukum.

….pluralisme hukum melihat hukum konteks kemasyarakatanya

…..uu pornogafi bisa dijelaskan melalui teori hukum apa yg jelas utk teliti maslah itu, apa beda kita bahas pornigrafi dalam skripi dan tesis, kl dalam skripisi maka maslah pornografi sbg kajian dr ilmu hukum yg bersifat praktis maka dalam tesis  kita menanalisis sbg bagian dari maslaah teori hukum dgn konsep teori hukum, maka kita akan lihat dgn analisis ketentuan hukum dlm pornografi maka teori hukum apa yg dominan dianut oleh pembentuk hukum pd saat resforming berlaku.

Sama Pd saat penemuan hukum,  keputusan yg diambil oleh penyidik,jaksa dan hakim kita bisa jelaskan berdasar teori hukum apa yg dominan sbg dasar/pertimbangan dalam mengambil keputusan, ataau aliran filsafat apa yg dominan dalam mengambil keputusan. Kl dalam konteks kekinian ada 2 aliran filsafat hukum dominan yaitu :

  1. aliran berbasis kepastian hukum itulah positifisme hukum
  2. aliran filsafat hukum berasas asas keadilan itulah socialigical yurispudence

Kl kita berbicara keputusan yg diambil penyidik dgn konsep perdamaian dgn penerpaan restorative itulah socialigical yurispudence, kemudian teori apa yg dominan, jd apa yg disebut penalran hukum ( kegiatan yurdis kita sbg akademisi dan praktisi melalui 3 bentuk kegiatan pembentukan hukum, penemuan hukum dan bantuan hukum dpt kita kaji dgn teori hukum serta analisi dgn aliran filsafat hukum yg digunakan)

Kl berbicara porngrafi hrs pelajari klausulnya, terutama pd konsideran dan penjelasan utamanya jd jgn buka undang undsang jgn langsung  pd batang tubuhnya tetapi roh undang undangnya itu ada pd konsideranya (penjelasan umum) disitu kita temukan teori dan filsafat apa yg dianut nanti tesis seperti itu dlm hukum kepolisin yg bebasis pd teori hukum.

Mengapa kita perlu belajar Teori Hukum  ?

Apa hal utama yg perlu kita pelajari dlm teori hukum yaitu :

  1. pertama hubungan antara ilmu hukum ,teori hukum dan filsafat hukum, memahami porsinya,ruang lingkup dan hubunganya.
  2. Kedua masuk pd teori hukum yg perlu kita pahami yaitu pengelompokan atau tipoligi dari teori hukum. ( ada 7 kelompok tipologi teori hukum dr zaman klasik hingga zamankekinian). Kl pengelompokan teori hukum dilihat dr topologinya dilihat berdasar sejarah,social budaya dan pertanyaan apa yg akan dijawab. Pd zaman klasik berbeda dgn konteks pd era kekinian. Selanjutnya kita harus tahu Teori hukum apa yg masuk dlm kelompk zaman klasik,pertengahan dan seterusnya. Apa yg perlu dipelajari yaitu siapa ahlinya,apa nama teorinya, apa inti konsep ajaran dari teori hukum itu, selanjutnya bagaimana kita gunakan teori hukum tersebut untuk menjelaskan atau analisis masalah2 hukum. Teori hukum memiliku manfaat praktis krn teori hukum adalah teorinya teori hukum

Apakah teori hukum dapat menjawab bgm mengatasi undang undang yang bertentangan scr sederajat  atau dibawah yg bertentangan yang lebih tinggi, ini jawabany ada dlm teori hukm krn ada asas lex spesialis derogate lege generalis ( undang undang yg mengatur hal yg sama) , les xperiori derogate lege priori ( ketentuan hukum yg lebih tinggi kesampingkan yg lebih bawah), lex post periori derogate les imperiori ( yg berlaku skg kesampingkan yg terdahulu).

Bgm mengatasi bila suatu perbuatan tdk diatur dlm undang undang ?,ini tdk ditemukan atau diatur dlm positifisme ,apalagi dlm hukum pidana dgn asas legalitas tdk mengatur atau mengakui  hukum kebiasaan sbg sumber hukum, hanya mengakui hukum tertulis sbg sumber hukum.

Menit 32  ( pertanyaan dafi terkait lex spesialis dan lex genearilis)

Menit

 

Pertemuan 3  tanggal  16 juli 2012

Oleh : koto

TEORI HUKUM KLASIK

Tidak ada teori hukum yg bebas nilai krn ada konteks budaya dmn seorang berada, ada konteks sejarah, dan jawaban thd pertanyaan masalah yg ada. Scr keseluruhan kita melihat bahwa Dalam teori hukum yg kita kenal dapat kita bisa kelompokkan dua kelompok yg besar :

  1. Teori hukum yg berorientasi pd hukum positif , teori yg berorientasi pd aturan hukum, hukum yg dimaknai sbg hukum positif dlm system perundangan yg ada atau hukum dimaknai sbg perintah dari penguasa yg sah
  2. Teori hukum yg berorientasi hukumya yg mengarah  pada nilai nilai kemanusiaan

Kalau kita lihat sejarah hukum berdasar pd Bernard Tanya dimulai sejak zaman klasik kemudian dibuat lagi kelompk teori pd zaman klasik, kemudian pok teori pd zaman klasik timbul pd pemikiran yunani kuno.

Buku referensi……..Buku Teori hukum integrative dari prof romli artasasmita,sampulnya prof mochtar , krn buku itu memuat teori hukum progresif satjipto ( inti hukum berbasis pd perilaku ) dan teori hukum pembanguna prof mochtar ( berbasis hukum postif –kaidah kaidah) , krn pada saat terakhir kita akan membaas teori hukum di Indonesia yg terkenal yaitu teori hukum progresif satjipto dan teori hukum pembanguna prof mochtar, kemudian prof romli coba integratifkan menjadi t.hukum integrative ( intinya nilai nilai).

Sejarah awal teori hukum dimulai dari alam pikiran yunani kuno, dalam era zaman klasikberbgai teori hukum yg muncul atau teorihukum yg dikategorikan teori hukum zaman klasik ada sejumlah konsep hukum atau yuridis yg muncul pd era klasik.

Konsep hukum  atau konsep yuridis yg muncul zman klasik yang pertama ialah :

  1. hukum sbg tatanan kekuatan, teori hukum sbg tatanan kekuatan, siapa pelopornya ialah para filsuf IONIA
  2. Hukum sbg tatanan logos oleh teori kaum Sofis
  3. Hukum sbg tatanan Kebajikan oleh Teori Socrates
  4. Hukum sbg sarana keadilan oleh Plato
  5. Hukum itu rasa Sosial –Etis oleh Teori Aristoteles
  6. Hukum sbg kepentingan Inividu oleh Epicurus

Kalau kita lihat pd zaman klasik, sebenarnya sdh komprehensif teori hukum yg muncul pd waktu itu, hanya dalam perkembangan sejarah hukum ada y bersufat suistanable ( kontinuitas) dan dis kontinuitas, kl dibandingkan dr 6 konsep hukm pd zaman klasik ini yg perlu kita dalami dan yg perlu dikembangkan lebih dalam ialah konsep hukum dari plato ( hkm  sbg keadilan ) , Socrates ( hukum sbg keajikan) dan ketiga hukum dari aristoteles ( social etis )….apa yg dikemukan dalam teori atau konsep hukum yg muncul terkait dgn masalah apa yg terjadi saat itu.

Kesimpulan :

1.Ada 6 konsep hukum yuridis, ada pemaknaan hukum dalam zaman klasik

2. konsep hukum sbg tatanan kekuatan dr kaum ionia, Perkembangan teori hukum dimulai dr proses penciptaan hukum dr atas yaitu dari tuhan (religious )atau hal yg bersifat dari alam baik yg mistis , kemudian hukum berkembang menjadi hasil cipta manusia, jd apa yg menjadi hukum itu berasal dr luar manusia, pd konteks kekinian skg ini tatanan kekuatan masih banyak pengikutnya, konsep hukum sbg kekuatan diluar manusia ada pd kekuaan alam atau muncul wahyu dr tuhan yg masih dikenal dan bahkan tdk sedikit yg cari jawaban thd masalah berdasar mistis dan religious itu.

3. Konsep hukum sbg tatanan Logos dr teori kaum sofis, dimana hukum tdk semata mata penciptaan dr atas atau diluar kekuatan manusia namun hukum sbg hasil cipta karya manusia.

4. Konsep hukum sbg tatanan kebajikan dari teori socrates, tdk permasalahkan proses penciptaan hukum itu apakah dari kekuatan alam atau dari diatas atau hasil cipta manusia tetapi pada konsep ini lebih kpd substansi hukum itu sendiri. jd menurut Socrates dgn hukum sbg tatatanan kebajikan,maka hukum yg baik ialah hukum yg memberikan kebajikan bg manusia . dalam konsep kekinian Konsep hukum sbg tatanan kebajikan kita lihat teori hukum dr prof satjipto antara lain teori hukum progresif itu dibangun dari tatanan kebajikan itu krn hukum yg baik itu hukum yang memberikan kebaikan bagi manusia, kl hukum tidak memberikan kemanfaatan atau kebaikan bg manusia mk jgn paksakan gunakan konsep hukum itu dalam selesaikan masalah.

5. Konsep Hukum sebagai sarana keadilan dari teori plato, inti dari teori plato bahwa hukum merupakan sarana utama dlm selesaikan masalah yg muncul, kemudian muncul pendapat perlunya aturan hukum tersebut disusun dlm satu kitab/kodifikasikan dlm undang undang, setiap undang2 hrs memiliki pembukaan yg memuat mtoif dan tujuan dari undang2 tsb, tugas hukum adalh menimbang warga untuk hidup sempurna, org yg melanggar hukum harus dihukum….itulah hipotesis dar plato

6. Konsep hukum itu rasa Sosial-Etis dari aristoteles, social etis juga memuat nilai keadilan, ada 3 nilai keadilan yaitu : berbasis keadilan kesamaan, keadilan distributive, keadilan korektif. Kalau tesis yg grand teori dgn keadilan biasanya sering menarik dr teori aristoteles, jd landasan teori bisa gunakan teori keadilan jd grand teori apakah sbg middle teori atau teori terapan. Teori keadilan ( buku dari john ross). Apakah meneiliti ttg restorative ttg keadilan maupun dlm konflik sering gunakan teori keadilan ……menit 28

Pendapat aristoteles ada 3 sari dari hukum yg dianggap sbg prisnip keadilan utama…(hidup scr terhormat,tdk menggangu org lain,dan memberi kepada org tiap bagianya), ini sering dikutip pengacara. Aristoteles juga memunculkan beberap jenis keadilan, pertama keadilan berbasis kesamaan ( kumutatif) artinya sama rata tdk ada perbedaan dan memiliki hak yg sama, kedua, keadilan distributive artinnya keadilan berdasar jasa yg diberikan masing masing dan ketiga, keadilan korektif artinya berfokus pd pembetulan sesuatu yg salah, jd pemberian pidana bg yg buat kejahatan dimaknai sbg keadilan korektif bukan semata mata balas dendam atau efek jera tp dipandang sbg pemberian keadilan, yaitu keadailan korektif, dgn keadilan korektif itu jd bila kejahatan dilakukan mk pidana sepantasnya perlu diberikan kpd pelaku sbg koreksi thd kejahatan yg dilakukan.

7. Konsep hukum dan kepentingan individu dari Epicirus, sgt individual ,hukum semata mata diberikan untuk melindungi kepentingan individu, cikal bakal paham masy yg kapitalistik , kl dr sejarah yunani kuno akar teori pd epicirus ini.

Pertemuan 4  tanggal  30  juli 2012

Oleh : koto

TEORI HUKUM ABAD PERTENGAHAN

Teori hukum itu memiliki kelemahan atau kritik yg besar yaitu krn sifatnya abstrak dan tidak ada batas-batas. 3 level disiplin hukum yaitu ilmu hukum, teori hukum dan filsafat hukum, teori hukum adalah pendapat atau postulat dari sarjana dl rangka jembatani filsafat hukum dgn ilmu hukum yg bersifat kongkrit.

Ada 2 teori hukum yg berkembang dalam era akhir keruntuhan zaman romawi dan diawal perkembangan Kristen disitulah muncul 2 teori ini, jd kita dapat jawaban knp teori dari St.Agustinus dan teori thmas Aquinas basicnya adlaah moral ajaran Kristen. Moralitas Ajaran Kristen menjadi basis penjelasan teori hukum. Ada 2  teori yg muncul pd abad pertengahan ;

  1. Konsep hukum sbg tatanan hidup damai dari teori st.agustinus,
  2. Konseop hukum sbg tatanan ilahi dari thomas aquinas

Bahwa walaupun agustinus dan Thomas Aquinas mengakui bahwa moralitas Kristen adalah basis utama dr teori hukum mereka tp mereka berpendapat bahwa selain dr hukum berbasis dr ajaran agama ( les eternal ) itu  juga diakui hukum positif ( les temporalis) , jd ada 2 konfigurasi hukum yg dimunculkan yaitu les eternal ( cita hukum) yg menjiwai hukum positif atau dgn kata lain hukum positif yg dibuat manusia itu harus mengacu pd hukum ilahi.

1. kemudian agustinus mengemukakakn teori 2 pedang adanya pemisahan hukum yg mengatur ttg kerohanian/keagamaan yg pegang otoritas gereja pd waktu itu yaitu paus dan hukum yg mengatur ttg keduniawian/kenegaraan  yg dipegang oleh raja, jd ada semacam sekularisasi atau pemisahan yg dibuat gereja dan raja. Oleh krn itu mnrt agustinus dgn adanya teori 2 pedang ini maka dlm tataran kodifikasi/pembuatan undang undang ada 2 kodfikasi yaitu corpiusiris ( tingkat undang2 yg dubuat raja) dan corpus iuris canonici yg dibuat oleh gereja.

Kodifikasi corpusiuris  yg memiliki 4 bagian yaitu instituten ( ajaran yg mempunyai kekuasaan mengikat seperti undang ndang) , pandecten ( penafsiran suatu peraturan oleh para sarjana) , codex peraturan atau undang undang yg ditetapkan oleh raja, dan novellen (tambahan dari suatu peraturan atas undang-undang.

2. Konsep hukum dari Thomas Aqunas , pertama adanya 4 konfigurasi tata hukum/hukum positif, pertama lex Aeterna, Lex Naturalis, Lex Devina, Lex Humane, disini ada komparasi perbedaan dalam hal antara agustinus dan Aquinas, kl Agustinus konfigurasi hukum  hanya kenal 2  yaiotu lex aeterna dan temporalis maka untuk Aquinas juga mengakui lex Naturalis ( pengakuan hukum alam pd zaman klasik) , inilah perbandingan keduanya.

Dalam konsep yuridis dr Aquinas adanya hukum dari wahyu dan hukum yg bisa duijangkau oleh akal manusia, hukum dari wahyu disebut dengan ius divinum positivum sedangkan hukum yang ditemui lewat kegiatan akal, terdiri dari berbagai jenis,yakni ius natural (hukum alam ), ius gentium (hukum bangsa bangsa)…hukum antar Negara dikenal skg dgn transnational law dan ius positivum humanum (hukum positif buatan manusia yg berlaku pd tempat ttu).

Tentang keadilan Aquinas menbedakan 3 teori :

  1. iustitia distributive(keadilan distributive) yaitu menunjuk pd prinsip  kepada yg sama diberikan sama,kepada yg tidak sama diberikan yg tidak sama, ini disebut dgn kesederajatan geometris.
  2. Iustitia commutative (keadilan komutatif) yaitu penyesuaina yg harus dilakukan apabila terjadi perbuatan yg tidak sesuai dgn hukum
  3. Iustitia legalis (keadilan hukum) yaitu menunjuk pd ketaatan hukum.

Selain dr Konsep yuridis dr Aquinas adalagi konsep yuridis yg perlu dpt perhatian kita di hal 61 :

Semua tatanan politik, semua pemerintahan harus berada di bawah hukum. Berikut beberapa poin teori Aquinas ttg hukum :

  1. Hukum dan perundang-undangan harus rasional dan masuk akal krn ia merupakan aturan dan ukuran tindakan manusia..ditujukan kpd hukum alam
  2. Hukum ditujukan bagi kebaikan umum,krn hukum merupakan aturan bagi perilaku dank arena tujuan dr segala perilaku itu adalah kebahagiaan, maka hukum mesti ditujukan bagi kebaikan bersama.
  3. Karena hukum ditujukan bagi kebaikan dan kesejahteraan umum, maka ia hanya dapat dibuat oleh nalar darisemua org lewat badan legislasi.
  4. Hukum perlu dipublikasikan krn ia mengandung aturan yg memandu manusia, maka aturan itu mesti mereka ketahui agar memiliki nilai kewajiban.

Ini konsep yuridis dr Aquinas untuk menilai hukum yg baik, nanti kl menilai suatu produk regulasi atau perundangan tidak salahnya gunakan konsep hukum dari Aquinas untuk menilai hukum yg baik.

Apabila lex temporalis substansinya ketentuan hukum positif bertolak belakang dgn nilai atau prinsip yg ada di lex aeterna dikatakan sbg lex temporalis yg bagus, jd tolak ukur dr agustinus lex aeterna itulah yg disebut cita hukum, cita hyukum bg kita ialah pancasila, sejatinya semua hukum (temporalis) harus berdasar les Aeterna pancasila.

Kl Aquinas mengakui eksistensi lex Aeterna tapi  lebih mengakui hukum alam ( lex naturalis)

Hal 62….ditegaskan pula oleh Aquinas, dalam hal ius postivum humanum bertelingkah dengan prisnsip prinsip ius natural maka hukum yg disebutkan pertama harus dikalahkan, kl agustinus lex temporalis hrs mengacu pd cita hukum lex aeterna ,kl Aquinas  lebih kpd pencarian akal manusia dan ttg kebaikan manusia disebut dgn ius natural,apa manfaatnya pd masa skg?

Bagi penyelengara hukum dewasa ini,prinsip yg dikemukakan Aquinas itu dpt dijadikan semacam landasan kerja dalam penegakan hukum, banyak kejadian memilukan dalam penegakan hukum justru krn org lupa thd prinsip yg dikemukan oleh Aquinas ini. Pengingkaran thd hukum ilahi, pengingkaran thd hukum alam ditengah kuatnya dominasi legalisme atau hegemoni postivisme yuridis, kacamata kuda hanya melihat hukum itu semata mata aturan /undang2 atau aturan tertulis, aparat penegak hukum sering begitu saja larut dalam rimba logika aturan yg serba formal legalistic tanpa tergugah melakukan refleksi mengenai aturan yang dihadapinya. Tidak mau tahu apakah substansu hukum positif itu kontradiktif atau bertolak belakang dengan ius natural itu, kadang berpikir kok begitu aturan kl konteks kekinian beretentangan dgn living law atau social justice (keadilan masyarakat), ius natural mnrt Aquinas main saja tdk peduli, itulah penyidikan skg yg penting aman , orientasi p21 soal adil tdk adil atau  bertentangan dgn ius natural dan social justice, itu persoalan lain itu urusan hakin dan jaksa, tdk bisa disalahkan juga krn organisasi kita positivism. Ini bukan hukum yg baik mnrt Aquinas.

Ius natural sesuai dgn kodratnya atau apa adanya, jd tdk bisa dibantah itu, lewat doktirn ttg hukum alam aquina seolah memperingatkan bahwa cara yg demikian justru dapat mereduksi hakikat hukum itu sendiri, maksudunya berupaya tegakkan keadilan justru tdk dapat keadilan krn dibanatah hukum kodrat. Dalam ungkapan satjipto aparat penegak hukum perlu memiliki kemampuan membaca kaidah, bukan membaca peraturan, …….sbg seorang magister jd kita sdh bisa menafsirkan ( keputusan yg kontekstual ) bukan keputusan tekstual keputusan yg berbasis aturan , banyak keputusan kita yg berbasis tekstual yg gunakan kacamata kuda menentang ius natural itu, bukan main kritikan thd polri, banyak kasus yg positivis hukum mengesamopingkan aasa keadilan ( ius natural), scr hukum kita benar tp dirasakan tdk adil, dirasa kontradiktif dgn cita hukum itu krn kita bertentangan dgn ius natural itu.

Menit 45……( dafi bertanya)

Pertemuan 5  tanggal   6 Agustus  2012

Oleh : KOTO

TEORI HUKUM ERA RENAISSANCE

Ada 3 teori  hukum pada Era renaissance :

  1. Hukum itu perintah penguasa berdaulat  dari Teori Jean Bodin
  2. Hukum itu Tatanan keamanan dari teori Thomas Hobbes
  3. Hukum itu kesadaran Sosialitas dari teori hugo Grotius

Subyek utama dari renaissance adalah manusia dgn kemampuan logika atau kemampuan rasio atau  kemampuan berpikirnya yang menentukan tentang substansi hukum… apa yg menjadi hukum ditentukan manusia itu sendiri, hukum adalah buatan manusia.

Pertama , jd subyek utamanya  adalah manusia beda dengan sebelumnya lebih kepada mitologi atau kekuatan alam missal gunung , lautan dsb …kl hukum alam alam sebenarnya persoalanya nilai nilai kebaikan dan setiap org sdh punya pemahaman yg sama ttg keadilan ,kesejahteraan , kebahagiaan dst.. itu adalah hukum alam ( hukum kodrat) atau subyek utamanya tuhan, tetapi pd renanissance subyek utama adalah manusia dgn kekuatan berpikir atau logikanya..

Kedua  , obyek utamanaya adalah hukum posititf buatan manusia ..beda dgn teori hukum sebelumnya yg melihat obyek utamanya adalah nilai atau ajaran tuhan yg diturunkan dari wahyu…..itu mungkin persamaan….itu bisa kita pahami knp titik tolak berpikir seperti itu..kl kita pahami konteks sosio culture atau konteks historis yg berkembang pada saat itu , kl pada abad pertengahan begitu kuat dominasi gereja.. maka pd era pertengahan/ renaissance ini yang mendominasi adalah pengakuan eksistensi atau kemampuan manusia ..knp ? krn di era renaissance disini mulai ada pemisahan scr tegas antara gereja yg mengurusi akhirat dgn manusia  dgn kemampuan ilmu pengetahuan mengurusi masalah keduniawan ..krn pd waktu itu terjadi sejarah kegelapan di Eropa, krn kl kita  bicara teori hukum sebenarnya biicara teori hukum  di eropa.. krn teori hukum di eropa itu tersistemasisasi, metodologis dan  terdokumentasi.. krn pada masa itu terjadi perdebatan antara gereja dgn golongan intelektual…pada masa itu pendapat pendapat para intelktual/ kalangan ahli dipandang membahayakan keberadaaan gereja pada waktu itu..ada yg dihabisi..kemudian paus mengambil keputusan masalah akhirat adalah gereja dan urusan dunia urusan ilmu pengetahuan…maka pd era renaissance ini mulai menguat titik tolak bukan pada metodologi, bukan Keilahian, bukan hukum tuhan, bukan wilayah tapi konsepsi pikiran manusia atau apa yg dihasilkan manusisa..itulah kita pahami knp renaissance muncul seperti waktu itu…

Pada teori pertama  Jean Bodin , apa konsepsi yuridisnya ialah Hukum itu perintah penguasa berdaulat, disini jean ingin mengkritik dan protes teori sebelumnya yg pd abad pertengahan, kl pd abad pertengahan spt teori yg dimunculkan St.Agustinus dan Thomas Aquinas sebenarnya itu teorinya kedaulatan tuhan ..apa yg menjadi hukum adalah sesuai dgn nilai nilai dan ajran yang diturunkan oleh tuhan melalui pewahyuan..kl teori john apa yg menjadi substansi hukum adalah perintah penguasa yg berdaulat atau perintah penguasa yg sah..jd apa yg menjadi hukuim positif adalah peritah penguasa yg sah…jd john Bodin adalah pelopor teori kedaukatan Negara…..kl st.agustinus dan thomas adalah pelopor kedaulatan tuhan…apa yg dikatakan hukum mnrt john  dgn teori kedaulatan Negara adalah penjelmaan dari kehendak Negara…Negaralah yg menentukan hukum dan sumber hukum …dalam konteks ini kita pahami memenag pengaruh gereja sdh mundur dimana raja yg mengatur ttg keduniawian..shg hukum diatur oleh raja..jd teori john adalah teori sumber hukum..kl hobbes dan grotius lebih berbicara kpd apa yg menjadi substansi hukum… tapi ada perbedaan antara hobbes dgn hugo Grotius….

Perbedaan konsep yuridis antara  hobbes dgn hugo Grotius, kl hobbes mengatakan hukum sbg tatanan keamanan sdgkn  hugo mengatakan hukum sbg kesadaran sosialitas krn ada perbedaan titik tolak antara konsep masyarakat yg dianut …ada beda konsep social masyarakat yg dianut…kl hobbes konsep masyarkatnya yg dianut masyarkat adalah kumpulan masyarkat yg liar ( homo hominipus )..konsep kemasyarakatan dr hobbes seperti itu…makanya konsep yuridis dr hobbes hukum itu muncul sbg tatanan keamanan utk mengamankan dan menertibkan konsep masyarkat seperti itu…kalau hugo konsep social masyarkatnya bertolak belakang, hugo mentakan bahwa manusia kecenderungan untuk hidup bersama  dan hidup damai tdk hanya memilik rasio tp cenderung untuk hidup damai…oleh krn itu mnrt hugo hukum dibutuhkan atau substansi hukum itu untuk kesadaran sosialitas…( men10;30) itulah perbedaan..tapi intinya sama menempatkan manusia sbg titik sentral dalam membicarakan teori hukum dan sama sama obyek sentral ialah hukum positif buatan manusia…Cuma muncul ada sudut pendang berbeda kalau john bodin itu teorinya ttg sumber hukum sebenarnya… hukum itu perintah dr raja atau pemerintah yg sah atau perintah Negara….. diluar itu tdk ada hukum…jd bertolak belakang dgn konsep sumber hukum sebelumnya yg bersifat metafisis,ketuhanan dan metodologis……….

Perbedaan berikutnya kalau , ini persamaan tapi ada perbedaanya. kl john mengatakan bahwa hukum adalah perintah pemerintah yg sah seharusnya berbasis hukum alam… demikian juga thomas hobbes bersbasis dari hukum alam dan hugo hukum alam juga ..hanya  ada beda antara konsep hukum alam hugo dgn Aquinas…kl mnrt Aquinas hukum alam berasal dari rasio sdkn hukum alam dari hugo dr tuhan……….

Kita sdh liat konsep yuridisnya, konteks sejarah, siapa subyeknya, siapa obyeknya..kemudian kita masuk pada masing masing teori.

( 14:20)

1.       Tadi john bodin dgn teori kedaulatan Negara yg mengakui hukum adlah penjelmaan Negara dan Negara adalah sumber hukum yg memiliki kedaulatan….diluar Negara tdk ada institusi yg berwenang tetpakan hukum….ini sebenarnya sampai skg masih berlaku…kita melihat spt di Indonesia.. sumber hukum utama adalah sumber yang ditetapkan oleh pemerintah yg sah..apa yang menjadi sumber hukum utama adalah hukum positif dlm system perundangan nasional ..itu sumber hukum utama….apa yg menjadi perintah hukum dr pemerintah yg sah…tapi dalam kaitanya ,  john membedakan antara perundangan dgn hukum ,sampai skg konteks hukum masih berlaku..hukum dimaknai bersumber dari moral dan keadilan ( hukum tdk tertulis = unwritten law) …sdgkn perundangan adalah hukum yg tertulis dibuat oleh pemerintah yg sah….ada juga pemvedaan hukum materiil ( Jus antecedens ) dan formil ( Jus consequens ) kemudian ada juga ada hukum alam dan hukum manusia ….

2.       Untuk hobbes,  konsep yuridisnya yg memaknai hukum sbg Tatanan keamanan artinya  tujuan ( teolologi )  hukum ..tujuan hukumnya adlah dlm rangka mewujudkan kemananan kenapa muncul spt itu krn hobbes (penganut materialisme) berpandangan bahwa kehidupan manusia  itu saling memusuhi manusia yg lain , manusia itu menjadi serigala bg manusia lain ( homo homini lupus) ..mnrt hobbes dgn konsep masyarkat yg demikian maka hukum untuk mewujudkan keamanan dan ketertiban masyarkata…hukum alam yg intinya kesejahteraan, kerendahhatian , keadilan dsb  tdk akan tegak dan berfungsi sbg pelinung kl tdk ada dr penguasa yg menegakanya ..tadi kita sependapat hukum utama dari sumber hukum positif tersebut pada era renaissance adalah hukum alam baik joh,hobbes,hugo tetap menagkui sumber hukum utama dr sumber hukum positif adalah hukum alam …mnrt hobbes tdk akan efektif  sbg payung perlindungan tanpa ada penguasa utk menegakanya dgn kata lain kl tdk ada  kekuasaan yg efektif maka setiap individu akan kembali ke sifat aslinya untuk memangsa yang lain dan tiap orang akan mengandalkan kekuatanya sendiri ( homo homini lupus)..dlm kondisi demikian mnrt hobbes hukum dan kekuasaan tdk memiliki makna dimana tdk ada kekuasaan disitu tdk ada hukum dan dimana tdk ada hukum disitu tdk ada keadilan……kl kita liat kekinian maka kecenderungan homo homini lupus masih ada…hukum positif yg bersumber hukum alam itu bermaksud utk menertibkan hal itu, tp hukum positif itu tdk efektif kl tdk didukung kekuatan ygsah utk mengeakkanya …kl kita liat kekinian yaitu polisi,jaksa dan penegak hukum lainya……….masih terjadi ngak apa yg disampaikan hobbes dengan kekinian…? Pergulatan yg terjadi anatara kpk dan polri bisa ngak  dijelaskan dgn teori hobbes? Apa kata hobbes hukum alam yg berisi kebaikan itu tdk akan bernilai apa apa kalau tidak didukung dgn hukum kekuasaan yg kuat utk hadapi social kemasyarkatan yg demikian ..( hobbes adalah pionir dari teori materialisme)…atau kita bisa jelaskn dgn hugo bahwa hukum itu adlah kesadaran sosialitas, bisa ngak?….

3.       Hugo dgn konsep hukum kesadaran sosialitas , berangkat dari konsep social yg memaknai setiap org yg memiliki kecenderungan utk hidup bersama dan hidup damai , dgn demikian  hukum utk menjaga perdamaian dan ketertiban. Ada 4 prinsip individu social yang dimununculkan oleh hugo :

a.       Milik org lain harus ihormati

b.       Kesetiaan pada janji

Pertemuan 6  tanggal  26 Agustus  2012

Oleh : IZA

TEORI HUKUM ERA AUFKLARUNG

1.       Hukum itu pelindung Hak Kodrat dari john locke

2.       Hukum itu produk akal praktis dari teori Imanuel Kant

3.       Hukum itu kewajiban dari teori Christian Wolff

4.       Hukum dan lingkungan fisik dari teori Monsteqiu

5.       Hukum itu kehendak Etis umum dari teori rousseau

6.       Hukum itu kaidah menggapai Simpati dari teori David Hume

7.       Hukum itu Penyokong Kebahagiaan dari teori Jeremy Bentham