1.    Jelaskan pernyataan bahwa suku bangsa adalah golongan yang askriptif ?

 

Suku bangsa sebagai golongan >>> golongan sosial yang askriptif , sama dengan golongan lainnya mempunyai jati diri , mempunyai identitas  dan identitas tadi mengacu kepada kebudayaannya . contoh Suami >>> pedoman kehidupan suami tidak sama dengan perencanaan , apalagi sebagai suami , sebagai bapak >>> bagaimana kehidupan waktu bujangan dsb. Kalau suami dari batak dan mempunyai isteri orang jawa , maka ia akan mengacu kepada kebudayaan jawa dan sebaliknya .

 2.    Sebutkan yang menjadi batas dari suku bangsa ?

Suku bangsa adalah golongan sosial ( bukan kelompok sosial ) yang bercirikan :

a)    Satuan kehidupan secara biologi mampu berkembang biak dan lestari .

b)    Mempunyai kebudayaan dan pranata sebagai pedoman yang secara umum berbeda dengan suku bangsa lain .

c)    Keanggotaan suku bangsa bersifat Askriptif ( didapat secara otomatis bersamaan dengan kelahirannya yang mengacu pada asal orang tua yang melahirkan atau daerah tempat  lahirnya).

 

Kelompok  >>> satuan kumpulan individu – individu .

Suku bangsa ada dan di kenal karena adanya interaksi dengan suku bangsa lainnya yang menghasilkan pengakuan dan di akuinya jati diri suku bangsa dan ciri – ciri nya . Jati diri seseorang ada pada saat berinteraksi ( kalau sendirian tidak ) .

3.    Apa yang dimaksud dengan jatidiri suku bangsa ?  

Acuan untuk jati diri yang askriptif / asli itu bisa di simpan , disembunyikan di dalam interaksi . contoh : pada waktu seseorang tersebut berada pada posisi yang lemah / minoritas . Dalam posisi yang lemah dalam lingkungan yang dominan / SKB yang dominan contoh : orang batak di padang , ia dapat menyembunyikan kebatakannya dengan cara mengaktifkan kebudayaan minang sebagai simbol – simbol bagi atribut nya, caranya ia tidak menyebutkan nama marga nya , nama depannya saja .

Bagi orang batak yang utama adalah adat batak , sedangkan bagi orang mandailing adalah agamanya.

 

Kesimpulan :

a)    Jati diri suku bangsa dapat di sembunyikan yang menyembunyikan biasanya golongan minoritas yaitu pada waktu yang bersangkutan hidup dalam sebuah lingkungan SKB dengan kebudayaan yang dominan .

b)    Tidak berlaku pada saat konflik , contoh : madura dengan melayu . Orang madura yang tahu dengan struktur kebudayaan melayu selamat dari pembantaian orang melayu ( contoh menunjukkan palu >>> tukul ) , dengan sarat : golongan minoritas dengan yang dominan , kalau tidak itu tidak bisa

4.    Mengapa masalah yang dikritik atau penting dalam masyarakat adalah hubungan antara pemerintah nasional ?

Alasannya adalah :

a)    Hubungan antara Sistem Nasional (Pemerintah/Negara) dengan masyarakat-masyarakat suku bangsa tidak seimbang. Dalam pengertian Sistem Nasional lebih kuasa atau dominan dibandingkan dengan sistem-sistem suku bangsa.

b)    Hak budaya dari komuniti atau masyarakat suku bangsa dipreteli atau ditiadakan untuk diseragamkan menjadi hak budaya masyarakat propinsi.

c)    hak ulayat sesuai dengan adat dianggap tidak ada. Pemerintah telah merampas hak ulayat tsb.

d)    Adanya perlakuan tidak adil atas eksploitasi sumber-sumber daya alam di daerah-daerah tanpa memperhatikan hak-hak ulayat masyarakat setempat.

e)    Begitu kuatnya kekuasaan pemerintahan Nasional yg memungkinkan pejabat-pejabatnya utk memberikan fasilitas dan keistimewaan-keistimewaan kpd kerabat/anggota suku bangsanya dan kepada orang Cina/Arab utk memonopoli kegiatan-kegiatan bisnisnya.

f)     Pejabat-pejabatnya pelihara pengusaha dan tidak berpihak kepada masy utk mendapat keuntungan darinya.

 

Keadaan-keadaan tersebut pada akhirnya menimbulkan ketidakpuasan masyarakat disebabkan kondisi kehidupan mereka sebagai akibat dari sistem sosial dan ekonomi yang mereka  hadapi sehingga timbul berbagai konflik yang berwujud kerusuhan seperti yang terjadi di Ambon, Ternate, Palu, Sampang, Sambas, dll. Oleh karena itu konsep masyarakat majemuk dalam era reformasi perlu diubah menjadi sebuah masyarakat sipil yang demokratis dan bercorak Multikulturalisme.

 

5.    Dalam masyarakat majemuk dikenal dgn 3 sistem antara lain sistem nasional, sebutkan sistem yang ada dalam masyarakat majemuk tersebut dan jelaskan masing-masing!

Masyarakat majemuk mengenal 3 sistem :

a)    Sistem Nasional : adl pedoman atau acuan yg seragam bg & berlaku di dalam kehidupan sebuah masyarakat negara (Sistem Nas Ind adl ped atau acuan bagi kehidupan berbangsa & bernegara warga masy Ind).

b)    Sistem Suku Bangsa : adl sebuah tatanan kehidupan yg digun sbg acuan atau ped utk hidup sbg warga suku bangsa yg bersangkutan baik sbg pribadi maupun sbg warga masy.

c)    Sistem Tempat Umum : adl sistem yg didalamnya terdapat ruang fisik atau ruang sosial bagi umum yg atur hub norma2 & peranan2 dlm interaksi sos utk pemenuhan kebut sosial ekonomi politik dan budaya, dimana didalamnya terdapat patokan etika & moral berupa prinsip egalitarian (kesamaan derajat) dan kemampuan tawar menawar barang, uang & jasa.

Ketiga sistem berbeda namun saling mempengaruhi dan saling melengkapi dalam berbagai kegiatan untuk memenuhi kebutuhan kehidupan. Sistem nasional berada di puncak yang menaungi sistem lainnya. Akan nampak berbeda horizontal dan vertikal dalam kehidupan masyarakat majemuk. Horizontal : berbeda-beda unsur budaya, vertikal : berbeda perkembangan ekonomi dan teknologi

6.    Tunjukkan dan bahas bahwa dalam sejumlah kasus warga masyarakat suku bangsa lebih suka menggunakan hukum adat sedangkan dalam kasus lainnya lebih suka menggunakan hukum adat daripada hukum negara dan ada yang lebih suka menggunakan hukum negara daripada hukum adat?

Dalam masyarakat majemuk, tidak selamanya warga masyarakat menyelesaikan permasalahan/sengketa dengan menggunakan sistem hukum nasional, karena warga masyarakat yang  bersengketa akan memilih mekanisme penyelesaian lain yang dianggapnya lebih efektif, mekanisme penyelesaian tersebut antara lain:

- melalui konvensi sosial

           yaitu adat yang terbentuk melalui proses sosial / di pedesaan disebut juga adat istiadat. Dalam mekanisme ini biasanya kedua belah pihak yang bersengketa akan memilih pihak ketiga sebagai penengah dengan mengacu kepada adat istiadat/kebiasaan setempat yang diakui.

      Contoh :

            Pertengkaran dua pihak yang bertetangga karena masalah pagar rumah mereka, maka mereka ditengahi oleh seseorang yang dianggap netral dan tidak berpihak. Suksesnya penyelesaian dengan mekanisme ini tergantung kepada kenetralan pihak penengah tersebut.

- melalui hukum adat

Dipilih bila sengketa tidak dapat diselesaikan melalui adat`/ konvensi sosial. Karena tiap suku bangsa  mempunyai kebudayaan sendiri, maka digunakan hukum adat yang penyelesaiannya dianggap lebih efektif karena bila terjadi pelanggaran terhadap hidup dan hak orang lain, maka pelaku dikenakan sanksi mulai dari denda sampai dengan diusir/diasingkan dari masyarakat adat jika pelanggarannya berat ada yang sampai dibunuh.

Contoh :

~  Awig-awig di Bali

~  Hukum di Kalimantan yang menerapkan anggota tubuh dinilai sama dengan uang

 

- Melalui hukum Nasional

Salah satu ciri yang membedakan dengan hukum adat adalah pada sanksi yang dikenakan kepada pelaku atas pelanggaran yang dilakukan, yaitu hukuman badan (pengasingan dari masyarakat dimana ia hidup). Maka seringkali hukum positif dirasakan merugikan bagi korban karena sanksinya bagi pelaku adalah diasingkan/dipenjara sementara kerugian korban tidak kembali dan hak-hak pelaku di dalam pengasingan (Lapas) tetap diberikan.

Contoh :

Pelaku pencurian divonis 1 tahun penjara, ditempatkan di lapas sebagai narapidana, tapi di lapas pelaku tetap ddilindungi hak-haknya.

 

7.    Apa yang dimaksud dengan masyarakat stereotip ?

Stereotip adalah pengetahuan dari suatu sukubangsa tentang konsep-konsep yang bersi/mengenai  ciri-ciri sukubangsa lainnya, dimana konsep-konsep tersebut diyakini kebenarannya secara subjektif dan dijadikan sebagai acuan dalam menghadapi anggota-anggota dari suatu sukubangsa-sukubangsa lainnya.

Jati diri menjadi penting dalam interaksi sosial, karena interaksi sosial terjadi karena adanya peranan-peranan yang dilakukan oleh para pelaku interaksi sosial tersebut. Sedangkan peranan-peranan tersebut ditentukan oleh jatidiri masing-masing para pelaku interaksi.

Interaksi sosial tidak mungkin terjadi diantara para pelaku yang memiliki jatidiri yang sama. Apabila ada dua orang pelaku yang memiliki jati diri yang sama, maka salah satu diantara kedua orang atau mungkin kedua orang tersebut tersebut akan menyimpan jatidirinya dan memperlihatkan jatidiri lainnya.

Dalam hubungan antar sukubangsa, masing-masing sukubangsa membangun sebuah jembatan penghunbung yang disebut jembatan sosial. Melalui jembatan penghubung inilah kedua sukubangsa yang berbeda melakukan hubungan-hubungan. Hubungan-hubungan tersebut terbentuk karena adanya kebutuhan yang harus dipenuhi oleh masing-masing anggota sukubangsa yang pemenuhannya hanyalah dengan melakukan hubungan-hubungan dengan anggota sukubangsa lainnya.

Apabila konflik sudah terjadi maka jembatan penghubung yang sudah dibangun diantara kedua sukubangsa tersebut pada akhirnya tidak dapat digunakan untuk melakukan hubungan-hubungan diantara kedua sukubangsa tersebut.

Sifat hubungan  yang terjalin diantara sukubangsa-sukubangsa adalah simbiosis, yaitu saling ketergantungan. Didalam simbiosis yang menguntungkan maka hubungan terjalin diantara kedua sukubangsa tersebut dengan masing-masing menyimpan jatidiri sukubangsanya, misalnya dalam perdagangan, maka apabila transaksi terjadi kedua pelaku akan menyimpan jatidiri sukubangsanya dan mengganti dengan jatidiri lainnya yang memungkinkan terjadinya interaksi antara peran-peran sebagai pembeli dan peran sebagai penjual.

Didalam hubungan antar sukubangsa dimana hubungan tersebut  tidak menguntungkan, maka masing-masing anggota sukubangsa akan menonjolkan jatidiri sukubangsa atau kesukubangsaannya.

Hubungan antar sukubangsa yang tidak menguntungkan tersebut timbul contohnya karena adanya dominasi-dominasi oleh anggota suatu sukubangsa terhadap anggota sukubangsa lainnya, dominasi oleh satu suatu sukubangsa tersebut misalnya dalam penguasaan perkeonomian, dimana satu sukubangsa dinilai lebih mendominasi kegiatan perekonomian, hal ini akan menimbulkan kesenjangan sosial diantara kedua sukubangsa yang berbeda dan pada akhirnya akan meledak menjadi konflik apabila dianggap perilaku atau tindakan suatu sukubangsa dinilai telah menistakan atau merendahkan jatidiri sukubangsa lainnya.

Sentimen sukubangsa seringkali diaktifkan saat terjadi konflik-konflik horizontal antar sukubangsa. Hal ini terjadi karena sentimen sukubangsa sangat mudah disentuh untuk membangkitkan solidaritas kesukubangsaan baik solidaritas yang positif maupun yang bersifat negatif.

Sentimen sukubangsa ditimbulkan  menjadi suatu solidaritas positif contohnya adalah solidaritas anggota sukubangsa padang yang tinggal di Jakarta, mereka tersentuh untuk mengumpulkan uang dan berbagai macam bentuk sumbangan lainnya pada saat terjadi bencana alam banjir dan longsor di Padang.

 

8.    Apakah polisi itu merupakan golongan sosial / tidak ?

Ya. Karena dapat jadi satu kelompok  ( kalau di asrama ) , dan mempunyai kebudayaan .  Yang perlu di perhatikan adalah jati diri yang kembangkan oleh para polisi itu tadi apa >>> pada kebudayaan polisi yang di kembangkan nya di asrama yang berbeda dari kebudyaan polisi yang di kembangkan di PTIK , atau di asrama lainnya .

Pengertian konflik ASKB adalah konflik antara anggotas  SKB yang berbeda yang mengatasnamakan SKB dan yang  langsung / tidak melibatkan berbagai kelompok SKB yang bersangkutan. contoh : konflik orang madura dengan dayak , permasalahan adalah perebutan permasalahan kehormatan (peristiwa di joget dangdut), orang dayak menganggap melanggar kehormatan (harus di nilai berapa harga rambut, nyawa)sedangkan madura tidak mau melakukan, maka darah di bayar darah, nyawa di bayar nyawa.

Konflik suku bangsa  adalah konflik antar golongan shg dlm konflik tsb bukan hanya terdapat upaya saling menghancurkan orang2 yang cirri 2nya tergolong sebagai pihak lawan ttp juga penghancuran thd segala sesuatu yang mempunyai ciri2 dr pihak lawan.

 

Sumber 2 konflik

Kompetisi bisa menghasilkan konflik. Konflik terjadi karena :

-     memperebutkan SD dan reski yang terbatas

-     akibat rentetan perasaan2 yg diderita oleh sebuah pok SB yg merasa direndahkan atau berkedudukan terhina oleh perbuatan warga SB lain. Penderitaan yg berkepanjangan ini dapat menyebabkan frustasi sosial yg mendalam yg diderita SB yg kehidupan sosekpol didominasi oleh sesuatu SB yg lain.

-       Stereotip negative suku bangsa

 

Pengorganisasian pihak 2 yang berkonflik

pengorganisasian pihak pihak yang berkonflik terjadi secara otomatis setelah terjadi konflik , hal itu disebabkan karena adanya atribut atribut suku bangsa.

Contoh : konflik dayak / madura di Kalimantan, suku bangsa Dayak / madura yang tidak mengetahui lansung ikut membantu karena adanya ikatan atribut kesukubangasaannya.

 

Bagaimana Polri bertindak dalam menangani

  1.        Sebelum terjadi konflik ( pencegahan )
    1. Babinkamtibmas agar lebih dipertajam lagi dalam melakukan sambang terhadap tokoh – tokoh masyarakat yang ada diwilayah hukum polsek tersebut dengan menyampaikan pesan – pesan kamtibmas yang sudah dikemas oleh kapolsek.
    2. Koordinasi dengan MUSPIKA dalam melakukan kebijakan – kebijakan yang berhubungan  dengan kepentingan banyak etnis, contohnya dalam menertibkan para PKL dipasar dan jalan raya.
    3. Meningkatkan partisipasi masyarakat dalam turut serta menciptakan KAMTIBMAS dilingkungannya masing – masing, terutama pada wilayah yang penduduknya terdiri dari lebih dari satu etnis, yaitu dengan cara membentuk keamanan bersama.
    4. Mengundang tokoh – tokoh masyarakat etnis yang ada diwilayah polsek tersebut untuk sama – sama membicarakan arti pentingnya hidup rukun antar sesama.
    5. Unit  Shabara dalam melakukan giat patrolinya diarahkan pada daerah – daerah yang rawan terhadap terjadinya konflik antar etnis, sehingga apabila ada kejadian yang muncul akn segera dapat diantisipasi atau bahkan dapat mengurungkan niat melakukan kegiatan yang menyimpang yang dilakukan oleh kelompok – kelompok tertentu.
    6. Unit Intelijen agar memasukan dalam setiap laporan hariannya tentang situasi – situasi yang berkait dengan hubungan antarsukubangsa , sehingga apabila ditemukan kegiatan – kegiatan yang akan menimbulkan konflik , seorang kapolsek dapat segera mengetahui dan mengantisipasinya.
    7. Unit Reserse agar dalam melaksanakan penegakkan hukum terhadap orang – orang yang melekukan penyimpangan dan melakukan tindak pidana khususnya yang berhubungan dengan perlakuan perlakuan sekelompok orang dari tertentu terhadap sukubangsa yang lain, agar segera ditangani secara serius, sehingga akan menghilangkan rasa ktidak adilan dari sukubangsa yang dirugikan oleh orang – orang tersebut.
  • Mengidentifikasi potensi 2 konflik yang mungkin akan terjadi yang ada diwilayah
  • Mencegah terjadinya kompetisi perebutan sumber daya dr pihak yang mempunyai potensi konflik
  • Membuat aturan yang baku dan adil bagi semua pihak
  • Menjalin kerjasama/interaksi yg baik antara pihak2 yg memiliki potensi konflik

2.      Pada saat konflik

-            Mencari akar permasalahan dengan mempertemukan kedua belah pihak yang berkonflik.

-            Secepatnya tangkap pelaku dan provokator yang menjadi pemicu, sidik sesual hukum yang berlaku serta arnflnlcan korban.

-            Melokalisir tempat konflik agar tidak meluas.

-            Koordinasi dengan mstansi terkait dalam mennrrtakan tindakan terpadu yang efektif.

 

3.    Pada saat setelah konflik

-           Meniadakan penekanan yang disebabkan kemiskinan salat satu suku bangsa.

-           Memberikan penjelasan mengenai ciri2 suku bangsa sebagai acuan dalam interaksi dalam suku bangsa.

-           Mendorong terciptanya jembatan2/kegiatan sospol guna mewujudkan hub yang damai dan hannonis serta menekankan pentingnya saling menghidupukan diantara berbagai tradisi dan kesukubangsaan.