BAB I

MASA KECIL

1. Masa kanak-kanak

n  Nama Lengkap            : Raden Said Soekanto Tjokrodiatmodjo

n  Tempat Tanggal Lahir  : Bogor, 7 Juni 1908 ( Gunseikoanbu,1986 : 184 ).

n  Agama                          : Islam

n  Ortu kandung

1)      AYAH                     : Martomihardjo ( Haji Abubakar )

2)      IBU                          : Katidjah

n  Namun masa kecil RS Soekanto di rumah oma dan opa Ermeling  ( Perwira KNIL Jendral Zeni ) .  Kakek dan Nenek dari ibu  RS Soekanto ( Haji Abdurahman dan Hajah Siti Halimah ) tinggal di rumah emerling dan punya anak wanita bernama Katidjah ( Ibu Kandung RS Soekanto ).

n  Bersaudara ada 6 orang ( 3 laki-laki dan 3 perempuan ).

n  Hobby masa kecilnya   : Berburu dengan Opa Emerling , Berenang di sungai Cisadane dan membentu gundukan dari tanah dalam berbagai kreasi.

n  Motto                            : Sedikit bicara banyak bekerja

  1. Mengenyam pendidikan

n  Pendidikan                   :

n  EuropeseLagereSchool ( E.L.S ) 1914

n  H.B.S ( K.W.IIISchool )tamat tahun 1928 ( Tim Buku KW III, 1992 : 192 )

n  RechtHoogeSchool ( Sekolah Tinggi Hukum ) di Jakarta sampai Tk-II keluar.

n  Pendidikan Aspiran Komisaris Polisi di Sukabumi tahun 1930-1933

( Untuk mengikuti sekolah ini cukup dilematis terhadap senior-seniornya di Kepanduan Bangsa Indonesia ).

2. Berumah tangga

n  Masa perkenalan           : kenal dengan istrinya ( Bua Hadidjah ) oleh adik perempuannya ( Soenarti ) sekolah di SKP ( Sekolah Kepandaian Putri ) Jakarta ketika pulang ke bogor di atas kereta.

n  Masa pacaran                : tidak dirstui oleh orang tua wanita dengan alasan tertentu namun akhirnya dapat juga diterima dengan pengertian-pengertian tertentu.

n  Masa pertunangan        : Tidak terlalu lama mengingat yang dibutuhkan hanyalah restu kedua ortu terutama ortu wanita yang berasaol dari boloang mongondow sulawesi utara.

n  Masa pernikahan           : dilaksanakan di jakarta21 April 1932 ( Perkawinan antar suku sangatlah jarang saat itu ).

 

BAB II

MASA PERGERAKAN

 1. Aktif pada organisasi kepemudaan

n  Dimotori                       : KI Hadjar Dewantoro

n  Nama organisasinya      : Taman Siswo

n  Belanda menentang dengan keluarnya ordonansi Sekolah Liar yang berlaku 1 oktober 1932 dan Ki Hadjar Dewantoro protes melalui surat tanggal 3 Oktober 1932.

2. Sekilas Bua hadidjah lena mokoginta

n  Istrinya pun ketika 16 tahun ( 1928 ) adalah wakil wanita dalam sumpah pemuda dari jong celebes.Dan pernah sekolah di Mulo, pendidikan Jogugu ( 1932 ).

n  Apa yang diperbuat para pemuda-pemudi tersebut adalah semangat persatuan dan kesatuan melalui ilmu pengetahuan/kecerdasan bangsanya

BAB III

MENJADI ANGGOTA POLISI

1. RS. Soekanto Pada zaman belanda

n  Setelah sekolah aspiran komisaris polisi si Sukabumi

n  Penempatan pertama di Stand Politie di Semarang dengan 4 bagian :

1)      Bagian sekretariat, urusan umum, arsip dan ekspedisi ( administrasi )

2)      Bagian Reserse

3)      Bagian pengawasan umum

4)      Bagian lalu lintas

n  Karier dan reputasi diperolehnya dipatnya selama berdinas di Reserse seperti membongkar kasus pembunuhan, dll

n  Penempatan keduanya di Purwokerto ( 1934 ) dan mendapat kenaikkan pangkat menjadi Komisaris Polisi Kelas II

n  Penempatan Ketiganya kembali ke Semarang sebagai Kepala Seksi IV, dimana saat itu meletus Perang Dunia II tahun 1939 , dimana Negeri Belanda diduduki oleh Jerman. Tugas polisi saat itu juga ikut menagkap orang Jerman dan Jepang yang menyusup.

n  RS.Soekanto menggantikan posisi jabatan seniornya sebagai kepala seksi II, dan kemudian pindah ke Banjarmasin, Informasi di kalangan Bisnismen Belanda “Hoe Zat di INlandse Commissaris Zyn? Bagaimana seharusnya Komisaris pribumi ini? “.

n  RS.Soekanto kemudian di ajak berdansa ( Tamu Kehormatan ) dan tak disangka oleh kalangan Belanda bahwa ia piawai dalam hal itu. Termasuk budaya Belanda lainnya seperti billyard, bridge, dan bowling. à Caranya ia mempersiapkan dirinya. Kecuali minuman keras ia tidak mampu.

2. RS. Soekanto Pada zaman jepang

n  Jepang berhasil menghancurkan Pearl Habour, 8 Desember 1941, dan 10 Januari 1942 mendarat di Tarakan Kalimantan timur, Balikpapan, Pontianak, dan Martapura.

n  Aparat pemerintah Belanda saat itu segera dievakuasi dengan kapal ke Jawa termasuk wanita dan anak-anak. Namun RS.Soekanto tetap berada di Kalimantan untuk membantu mengumpulkan senjata Belanda dan kemudian menyerahkannya kepada Komandan Militer di sungai Barito dan kemudian ia diajak kembali dengan pesawat ke Jakarta untuk memberikan kesaksian di Bandung untuk penarikan pasukan militer Belanda yang berada di Banjarmasin. Dan Lalu ia pulang ke Bogor bertemu keluarganya – ke Bataviauntuk menghadap kepala Direktur Binnelands Bestur untuk naik pangkat menjadi Komisaris Polisi Tk I dan ditempatka di Bandung – Namun Posisinya sudah di duduki oleh Komisaris Polisi Kelas II Yusuf Snock Hurgrunya yang di tunjuk oleh Jepang. Sebab Jepang saat itu ( 1 Maret 1942 ) telah menduduki Teluk Banten, Eretan, dan Krangan. ( Di pimpinan Komandan Tentara XVI – Letjend Hotoshi Imamura ).

n  RS.Soekanto memutuskan untuk kembali ke Bogor dari Bandung untuk bertenmu dengan keluarganya.

n  Belanda menyerah tanpa syarat kepada Jepang dengan perjanjian di Kalijati antara Imamura ( Jepang ) dgn Gub.Jend Tjarda van Starkenborg Stachower.

n  Satu hari komandan kempetai ( Polisi Militer-Jepang ) datang ke tempat kediaman RS.Soekanto – Lalu ia dipromosikan menjadi Kepala Kepolisian Keresidenan di Jakarta 1942 – Pangkat Itto Keishi ( Komisaris Tk I ) , kantornya sekarang menjadi Museum Fattahilah. Wilayahnya dari Balaraja –Sagalaherang.

n  Shuchokan, Kempetai Bucho/ Kepala bagian Kepolisian, Chiang Bucho/ Kepala Bagian keamanan, Kempetai ( Poisi Bagian Kriminal) , Tokkokato ( Polisi Bagian Khusus ), Genzumin ( Pegawai Polisi Indonesia).

n  RS.Soekanto sangat memperhatikan anak buah dalam pendidikan, diantaranya mengikuti Ken Pei di Sukabumi :

1)      Keibu R.Abdul Rivai.

2)      Keibu R. Saleh Sastranegara

3)      Keibu R Soeandi Natapraja

4)      Keibu Gatdjali.

n  RS.Soekanto à lewat gagasan juga jepang mengijinkan berdirinya sekolah polisi di Jakarta ( Jakarta Shu Keisatsu Gakko, di Cililitan Besar ( Depan Rumah Sakit RS.Soekanto ) sekarang Kramat Jati.

n  Karena beredar isu bahwa RS.Soekanto keturunan Belanda , maka ia dipindahkan dari Shuchokan ke Jawa Kaisatsu di Sukabumi ( Gunsekanbu 1986 : 118 )

1)       FUTUKA (Bagian Rendah ) à Tamat jadi agen Polisi ( Junsha)

2)      KOTOKA ( Bagian Tinggi ) à Tamat jadi Komandan Polisi ( Junsha Bucho )

n   Wapaupun selama di Sukabumi pun ia mendapatkan perlakuan yang diskriminatif dalam banayak hal, namun ia tetap melakukan komunikasi dan gerakan bawah tanah untuk mendengungkan sumpah pemuda.

n  Jepang akhirnya takluk oleh sekutu dengan peristiwa pengeboman Nagasaki dan Hiroshima 8 dan 9 Agustus 1945.

BAB IV

MEMBENTUK KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA

1. Sebagai Kepala Kepolisian Negara ( KKN )

n  Momentum Kemerdekaan Indonsia     : Hari Jumat,17 Agustus 1945, Soekarno – Hatta atas nama Bangsa Indonesia memproklamirkan kemerdekaan Republik Indonesia di Jalan Pegangsaan Timur No.56 Jakrta. Dan hari Minggunya atas usul Otto Iskandar Dinata, telah ditetapkan tentrang status Polisi, yaitu :

1)      Supaya susunan kepolisian pusat  dan daerah segera  dipindahkan

2)    Polisi dan susunannya yang ada dii waktu ini, masih tetap adanya, ditambah dengan tenaga pimpinan olah bekas-bekas PETA dan pamirnpin rakyat

3)    Supaya diperintahkan dengan petunjuk-petunjuk sikap baru terhadap rakyat ( Sekretariat Negara R.I 1995 : 463)

n  Polisi tidak dilucuti senjata oleh Jepang, namun PETA dan HEIHO dilucuti ( Nugroho Noto Susanto, 1983 : 40 ).

n  Menurut Jendral AH.NAsution, pelucutam senjata dan pembubaran organisasi PETA dan HEIHO itu dilakukan Jepang antara tanggal 10, 19 dan 20 Agustus 1945. Karena kekhawatiran Jepang apabila PETA dan HEIHO memberontak, naumn hal telah melangggar perintah sekutu di pimpin Jend Mac Athrur ( A.H.Nasution,1966 ; hal 64 ).

n  Pada era inilah dapat dipastikan Kepolisian Republik Indonesia, telah dapat menamipilkan kader-kader dan perwira terbaiknya, seperti antara lain tercatat :

1)      Pimpinan Polisi Istimewa Semarang à Inspektur Pol Tk II RM Bambang Soeprapto Dipokoesoemo

2)      Pimpinan Polisi Istimewa Yogyakarta à Inspektur Pol Tk I Sastroatmodjo.

3)      Isnpektur Tk I Domopranoto, Pembantu Inspektur Polisi (PIP ) Tingkat Ostenryk Citro Soenaryo dan PIP Tk I Ratna Atmadja di Surakarta, serta  Inspektur Pol Tk I M.Yasin, selaku pimpinan Polisi Istimewa Surabaya, yang karena keberanian dan ketokohannya kemudian dikenal dan terkenal dengan Proklamasi Kepolisiannya pada tanggal 21 Agustus 1945.

4)      Termasuk kepolisian di luar Jawa.

n  Kapan dilantik sebagai Kapolri  pertama KNRI , pada tanggal 29 September 1945 oleh President RI Soekarno “ Soekarno-Hatta meneruskan menyususn pucuk pimpinan negara baru pada tanggal 29 September 1945 diselesaikan pengangkatan-pengangkatan Menteri, Gubernur dan Pejabat lainnya. Susunan anggota Kabinet adalah sebagai berikut : …Said Soekanto sebagai Kepala Polisi…”( A.H. Nasution, 1971 : 244 ).

n  Mengapa RS.Soekanto yang terpilih sebagai Kapolri pertama walau masih ada seniornya seperti : Ating Natakusumah, Asikin Natanegara, R.Soemarto dan lain-lain. Bahkan umur, pendididkan, maupun pengalaman kerja masih belum ada apa-apanya. Jawabannya “…Upaya RS.Soekanto untuk meminta Jepang menyerahkan SPN Sukabumi kepadanya itu, merupakan caya umumnya dilakukan oleh pemuda-pemuda militan yang bekerja di jawatan-jawatan di dalam mengambil alih jawatan-jawatannya dari tangan Jepang dengan atau tanpa kekerasan ( CST Kansil, dkk 1983 ; hal 44 )

n  Mengenai hal terkait di Sukabumi diceritakan oleh saksi sejarah ( Irjen Pol ( Purn ) Toti Soebianto tanggal 29 September 2000 ) yang kala itu berdinas sebagai staff  instruktur SPN Sukabumi.  Kemudian diangkat menjadi pembantu dekat dan ajudan pribadi RS Soekanto setelah beliau menjabat sebagai KApolri Pertama.

n  Kantor Polisi saat itu di bekas Kantor Chianbu, menjadi satu dengan Kantor Depdagri di Jl.Riswijk ( Jl. Veteran sekarang) jakarta. Sedangkan keluarga menempati rumah di Jl. Pengangsaan Timur No.43

n  Tugas yang diembannya dari President Soekarno adalah :

1)      Struktur Polisi NEgara

2)      Watak Polisi Negara

3)      Falsafah hidup polisi Negara dalam cakupan hidup Pancasila.

n  Tanggal 1 Oktober 1945, keluar Maklumat Pemerintah yang ditanda tanggani oleh “Mendagri, Menkeh, dan Jaksa Agung “berbunyi : Dalam menjalankan Kepolisian Kehakiman ( Justice le politie ) pimpinan di pegang oleh Jaksa Agung. Segala hal-hal yang perlu  dimintakan instruksi dari pihak atas, hendaknya disampaikan kepada kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia, paduka Tuan Said Soekanto Tjokrodiatmodjo, dengan alamat Depdagri. Rijswijk Nomor 7. Hendaknya maklumat ini diperhatikan yang berkepentingan atau bersangkutan. ( Kusno Diprojo, 1951 : 49 ).

n  Konsolidasinya dilaksanakan melalui sususnan yang sudah ada dan komunikasi dengan daerah berjalan baik berkat perjuangan Dinas Kereta Api, serta Dinas Pos dan Tegraf. ( Mengenag Syahrir, 1980 : 177 ).

n  Pembantu Kapolri saat itu adalah Keibu R.Totti Soebianto ( Ajudan & Sekretaris ) dan 6 orang Kotoka angkatan V antara lain ( ANdi MAlarangen, Mohammad Salim, Edy Supendi, Urip Stanto, Begos, dan Balya ( Kotoka 1943 -1945 ), 1983 : 79 )

n  Peristiwa Kontak Fisik dengan Inggris dan NICA

à Lokasi pertempuran sepanjang Hotel Des Indes Capital arah senen-jatinegara. Juga terjadi di Jaga Monyet, Tanah tinggi, Raden Saleh, Gang Tengah, dan bebebrapa tempat lainnya.  13 orang Polisi Tewas di pimpin Komandan Polisi Lukman.

20 November 1945 Polisi Seksi Penjaringan digeledah oleh Inggris dan NICA dan menyita 18 karabin dan pisto, Kantor Polisi Seksi Pasar Baru juga mendapat serangan, termasuk Kantor Polisi Seksi Jatinegara

About these ads